Gaptek, atau istilahnya gagap teknologi, julukan yang kebanyakan ditujukan untuk orang yang tidak mengikuti perkembangan teknologi.
Kebanyakan anak jaman sekarang suka meminta untuk dibelikan gadget terbaru agar dibilang tidak gaptek atau agar tidak malu kepada teman-temannya karena gengsi. Bagi orang tua yang salah kaprah dalam mengartikan kata gaptek pasti akan langsung membelikan anaknya gadget yang diinginkan dan menganggap semua masalah sudah selesai.
Padahal mereka yang asal membeli gadget, asal memakai teknologi tanpa memahami dampaknya adalah orang yang gaptek.
Seorang anak yang dibelikan gadget, dengan diberi akses internet yang tak terbatas, banyak aplikasi dan konten yang menggoda dan tanpa dibekali pengetahuan yang cukup untuk menggunakannya dengan tepat akan menjadi korban teknologi itu sendiri. Karena dia gaptek, dan terlahir dari orang tua yang gaptek juga. Banyak orang tua yang justru bangga karena sudah mempunyai beragam gadget canggih nan mahal. Mereka membelikan gadget untuk anaknya tanpa pandang usia dan kebutuhan. Kemudian menganggapnya sudah beres dan asyik kembali dengan dunianya sendiri.
Contohnya, kemarin ada seorang balita di Inggris yang menghabiskan 28 juta rupiah dalam 10 menit. Itu terjadi ketika oraang tuanya mulai memberikan password iTunes untuk memainkan game gratisan yang bisa di download di Apple App Store. Awalnya dia hanya ingin mendownload game Zombie vs Ninja, karena gratis ibunya mengizinkan untuk mendownloadnya dengan memberikan passwordnya, tapi ibunya tak mengerti kalau itu adalah game berjenis freemium dimana pemain harus membeli beberapa item untuk meningkatkan permainan.
Kembali ke soal definisi gaptek, jika orang yang ketinggalan zaman disebut gaptek, betapa naifnya. terkadang orang yang mempunyai beragam gadget canggih sekalipun sering bersikap gagap. Tidak bisa mengontrol diri agar tidak kecanduan, melindungi gadgetnya dari serangan virus, tidak bisa membedakan mana aplikasi yang penting atau aplikasi yang malah merugikan.
Biasanya mereka akan belajar, namun dalam waktu lama setelah menjadi korban penipuan, jadi target pesan-pesan berisi virus, spam, atau bahkan pembobolan kartu kredit.
Tentunya semua orang tak ingin menjadi orang gaptek seperti yang ada diatas tadi, punya segudang gadget canggih tapi hanya menjadi sasaran spam, virus, penipuan, pencurian data dan lainnya.
Pastikan sebelum membeli sebuah gadget atau sewaktu membeli sebuah gadget anda sudah membekali diri anda dengan pengetahuan yang cukup untuk menggunakannya dengan tepat dan sesuai kebutuhan. Jangan asal install aplikasi atau asal klik link yang dikirimkan di DM Twitter, padahal itu membuat anda terinfeksi trojan. Dan jangan asal membeli gadget sebelum memliki bekal cukup soal privasi dan keamanan
No comments:
Post a Comment